Tuesday, February 23, 2010

How To Get A Better Handle On Dealing With Stress



"The time to relax is when you don't have time for it," an old saying goes.

That obvious advice is frustratingly familiar to anyone who, in the throes of stomach-souring pressure, has been told to "just relax." Or who heard that related bit of bad advice, to avoid things that stress you out.

"I look at that advice, to cut back on stressful things, and think, 'Well, duh,'" said Dr. Donald Rosen, an Oregon Health & Science University psychiatrist who said he's seen increased stress levels in patients in the past year.

So this article won't tell you to avoid stress, or to take a weekend off when you're overwhelmed and underfunded. Fact is, life itself is stressful.

"It's almost impossible to make the stress go away," Dr. Aly Rahimtoola, a cardiologist with the Oregon Clinic and Providence Heart and Vascular Institute. "It's hard to tell someone to get divorced or quit a job."

But you don't have to lay down before the stress juggernaut. While you can't avoid all stress, there are ways to contain and manage some stressful events, as well as how you react to stress. Managing your stress is an ongoing process, not a quick or easy fix. But it's possible, especially if you start when your stress isn't at crisis levels -- say early in a new year with a grimly foreboding economy.

"It's best to strike while the iron is cold," Rosen said.

You don't need an expert to tell you if you're too stressed out, which is good: They can't really tell. Stress isn't a thing you can measure, like temperature or blood pressure. Rahimtoola likened it to Supreme Court Justice Potter Stewart's famous definition of obscenity, "I know it when I see it."

Even if a doctor could measure stress, that wouldn't tell you much. Some people thrive on stress. That's why stage actors can stand spotlighted in front of an audience of strangers while other people sweat like foundrymen when they have to speak to a handful of co-workers.

"Just about everybody has an ambivalent relationship with stress," Rosen said. "Why do people procrastinate before a deadline? Because stress helps. ... We develop strategies to get an optimal level of stress for functioning."

While people's temperament differs, most everyone likes enough stress to feel they are rising to the occasion, from time to time. The problem, Rosen said, is when that deadline level of stress becomes your new baseline and never goes away. That can cause varying problems, including poor sleep and forgetfulness and may contribute to ailments such as diabetes and heart disease.

So what should you do if you're feeling flooded by stress? Start by resisting your impulses, said Cindy Reuter, a naturopath with the Providence Integrative Medicine Program.

"Think about all the things you're inclined to do when you're stressed out," she said. "Generally those are the worst things to do: staying up late, skipping breakfast, having coffee instead of breakfast. All those things wreak havoc on your system."

Instead, experts suggest trying to think categorically about stress -- perhaps with the help of a doctor, therapist, preacher or other neutral person. Try to prioritize what you need to tackle first. Many people have items on mental to-do lists they can actually ignore for a while, Reuter said.

You can also think about ways to contain many common stresses, such as arguments with your partner over relationship or financial issues. It's impossible and unwise to avoid those topics entirely, Rosen said. But you can ask your partner to set a time to deal with those issues -- say, two hours on a Sunday afternoon. Your stress won't go away, but you'll know when it's coming and that it won't last forever.

Similarly, try to replace stressful face-to-face dealings with bosses or co-workers with e-mails, or at least less frequent meetings. You can even sell off objects to pay down debts: "In general, being poor is less stressful than being in debt," Rosen said, because owing money leaves obligations hanging over your head.

Taking steps to schedule or contain stresses may immediately make you feel better because you realize you're not powerless. And feeling powerless is very stressful, Rosen said.

You may not be able to eliminate stressful things, but you can add happy or stress-easing activities to your life, Rosen said. This takes some planning and regular work. So it's best to start when you're not totally stressed out.

The best insulation against getting completely stressed out is regular aerobic exercise -- 30 to 40 minutes three or four times a week, Rahimtoola suggests. What the exercise is doesn't matter so much, as long as it gets your heart rate up. So pick something you'll like more and actually do, whether it's walking, swimming, shooting hoops or pulling weeds. And while asking your boss or partner for a regular hour to work out may sound stressful, remember that making the request is a one-time stress, Rahimtoola said. Once you get permission, it opens up time for you.

Sleeping regularly is another key to managing stress. You'll still face rough nights when you're most stressed out. But you can avoid a big sleep debt by getting seven to eight hours of sleep on a regular schedule. And use good sleep habits -- a dark room, comfortable bed and no TV.

Quiet time while awake is a final good way to manage stress. This can be more formal, such as yoga or mindfulness meditation. Or it can be a more casual practice of prayer, contemplation, even a warm bath in Epsom salts. The key is to have a regular quiet time, even of 10 or 15 minutes, to reinforce the ideas that there is more to life than the crisis du jour.

And if you are in the midst of a crisis so great that you can't imagine taking time to think, work out or sleep, you may want to talk to a doctor or psychologist. Therapy and medication can help deal with stress so overwhelming it's hurting your physical and mental health.

Tekanan

TEKANAN atau stres berpunca daripada sifat semula jadi yang tidak stabil seperti terlalu inginkan kemenangan, bersikap terlalu mementingkan kesempurnaan, suka mendesak, risau keterlaluan, tidak mahu menerima teguran, berprasangka buruk dan berdendam.


Bagi menghindarkan diri daripada keadaan ini, kita perlu menanganinya dengan bijak.

Jika tidak boleh dihilangkan sepenuhnya, sekurang-kurangnya kita dapat mengawal perasaan tersebut agar tidak terus mengganggu kehidupan seharian.

Cabaran hidup sekarang mendedahkan setiap individu kepada pelbagai bentuk tekanan dan cara menghadapinya banyak bergantung kepada ketahanan diri.

Mereka yang berjaya menangani tekanan akan berjaya menguruskan diri dengan baik.

Hakikatnya, tekanan adalah perkara lumrah selagi kita bergelar manusia. Ujian yang mendatang sama ada dalam bentuk yang kita suka atau sebaliknya ada kalanya menjadikan seseorang itu lebih kuat.

Namun, tidak kurang yang terjebak dalam perkara negatif kerana gagal menangani tekanan seperti bergantung hidup kepada pengaruh dadah, membiarkan diri tidak terurus serta meneruskan hidup dalam tekanan.

Antara punca tekanan ialah sifat terlalu mengharap yang terbaik, tidak dapat menerima teguran orang lain, cemburu dengan kejayaan orang lain, kerja yang membosankan dan pelbagai sebab lagi bergantung kepada bagaimana seseorang itu melihat sesuatu keadaan.

Punca tekanan boleh dikenal pasti melalui perubahan emosi seperti cepat marah, mudah menangis dan sentiasa bersedih, kecewa, hampa, mudah mengamuk, prestasi merosot, kekeringan idea, sukar tidur dan hilang selera makan.

i bawah terdapat beberapa kaedah yang boleh mengurangkan atau mengatasi tekanan dalam menghadapi dugaan hidup.

  • Senyum Kebanyakan kita bila berhadapan dengan masalah pasti akan bermasam muka. Paling tak pun kita akan mengeluh atau mengomel sendirian? Apa kata bila kita hadapi tekanan seperti ini kita senyum dahulu. Bila kita senyum, pasti sedikit tekanan akan reda.Cubalah, pasti merasai kelainan.
  • Bersendirian Ada sesetengah orang suka bersendirian, memencil diri untuk mencari ketenangan seketika. Renungkan kembali apa yang berlaku dan ambi iktibar dari sudut yang positif setiap perkara yang terjadi itu kemudian perbaiki pada keadaan yang lebih baik.
  • Bertenang Janganlah serabutkan lagi keadaan yang sedia ada. Tarik nafas dalam-dalam dan hembuskan secara perlahan-lahan. Cuba elakkan diri daripada membuat sebarang keputusan dalam keadaan tertekan. Ini kerana keputusan itu mungkin bersandarkan pada emosi anda semata-mata. Bukan itu sahaja malahan jika tiada perincian yang dibuat dalam keputusan tersebut takut sebarang kemudaratan akan berlaku nanti. Berbuat baiklah pada insan. Cuba kurangkan perbuatan dari menyakiti hati orang di sekeliling.Jadilah insan yang berhati luhur dan pemaaf. Bunyi memang senang tapi bila kita hendak melakukannya mungkin agak sukar. Tapi itulah yang harus anda lakukannya. Hanya dengan cara inilah pasti hati kita akan berlapang dada tekanan yang di hadapi juga akan berkurang.
  • Peluk sesuatu Anda pasti akan rasa lebih tenang dan damai di dalam hati jika dapat memeluk makhluk lain. Maksud di sini jika anda mempunyai teman baik perempuan sama perempuan anda peluklah dia, dengan cara ini ia dapat meredakan sedikit tekanan atau kemarahan anda.
  • Lavender Bagi yang suka pada aroma terapi minyak pati lavender amat sesuai sekali untuk meredakan tahap tekanan anda. Ini kerana minyak Lavender dikenali sebagai herba penenang yang boleh mengurangkan tekanan.
  • Kasih sayang Terapi yang mudah kita dapat melalui kawan-kawan, anak-anak atau pasangan (yang berkahwin), anak saudara, ibu bapa. Kasih sayang daripada mereka adalah sumber kekuatan anda dan sebenarnya anda tidak berseorangan di dunia ini.
  • Allah Ikutilah perintah dan suruhan Allah serta tinggalkan perkara yang dilarang. Hayatilah suruhan Allah nescaya anda tidak akan rugi walau sesaat. Dekatkan diari terhadap-Nya.
  • Ceria Janganlah bebankan fikiran dengan semua perkara yang ada di sekeliling anda setiap yang berlaku pasti ada hikmahnya. Kita hidup di dunia ini hanya untuk sementara jadi, nikmatilah hari ini dengan seadanya.

Friday, February 19, 2010

Tepung Kapur

. . .

.

Tepung Kapur

BAHAN-BAHAN:

600 gm tepung gandum

1/2 cawan air kapur sirih

1 cawan air gula melaka

1 biji kelapa parut (putih dan muda)

Secubit garam

Air secukupnya

CARA MENYEDIAKAN:

1. Tepung gandum dibancuh dengan air gula melaka, air kapur dan air sehingga cair. Kacau hingga rata, masukkan dalam loyang dan dikukus selama satu jam.

2. Bila sejuk dipotong dan bolehlah digaul dengan kelapa yang digaul dengan secubit garam.

Gulai Kancah

. . .

.

Gulai Kancah

BAHAN-BAHAN:

1/2 kg hati lembu (potong dadu)

1 helai daun kunyit

3 keping asam gelugur

3 helai daun limau purut

2 batang serai (ketuk)

BAHAN KISAR:

10 ulas bawang merah

5 ulas bawang putih

20 tangkai cili padi merah

1 sudu kecil lada putih

4 cm kunyit

5 cm halia

4 cm lengkuas

CARA MENYEDIAKAN:

1. Rebus hati separuh empuk dan potong dadu.

2. Dalam kuali masukkan gula, garam, asam gelugur, daun kunyit dan daun limau purut.

3. Tuangkan bahan kisar dan tuangkan tiga cawan air.

4. Reneh sehingga kuah kering dan hati empuk.

Pulut Pandan

. . .

.Pulut Pandan

BAHAN-BAHAN:

500 gm beras pulut

1 ketul gula kabung

100 gm gula

250 ml puri durian

500 ml santan

1 sudu kecil garam

10 helai daun pandan

CARA MENYEDIAKAN:

1. Beras pulut direndam semalaman dan kukus selama 30 minit. Setelah masak ketepikan.

2. Selepas itu masak puri durian bersama dengan santan, gula kabung dan gula seperti membuat serawa durian.

3. Daun pandan pula, dilipat menjadi empat segi.

4. Kemudian gaulkan serawa durian dengan pulut dan letak­kan di dalam acuan daun pandan tadi. Gaulkan rata dan kukus lagi selama 25 minit. Baki serawa yang selebihnya dituang­kan semasa menghidangkan.

Sambal Tempe

. . .

.

Sambal Tempe & Tauhu

BAHAN-BAHAN:

5 keping tempe (potong dadu)

2 biji kentang (potong dadu)

2 paket kecil suhun (rendam)

1 labu bawang besar (hiris)

10 tangkai cili kering (kisar)

2 keping tauhu fucuk

Garam secukup rasa

CARA MENYEDIAKAN:

1. Goreng tempe dan kentang hingga masak. Ketepikan.

2. Tumis cili kering dan bawang besar hingga naik bau.

3. Kemudian masukkan tempe dan kentang.

4. Akhir sekali, masukkan suhun, fucuk dan garam secukup rasa. Kacau hingga rata.

Sambal Daun Kunyit Petai

. . .

.

Sambal Daun Kunyit Petai

BAHAN-BAHAN:

9 tangkai cili merah

2 helai daun kunyit

2 papan petai (jangan buang kulit)

1 labu bawang besar

1 keping asam gelugur

3 ulas bawang putih

CARA MENYEDIAKAN:

1. Panaskan sedikit minyak, dan tumis kedua jenis bawang hingga kuning.

2. Kemudian masukkan cili kisar, petai, daun kunyit, asam gelugur, garam dan gula.

3. Tumis hingga garing.